Selasa, 15 Desember 2015

MOVIE REVIEW - BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA (2015)


Jakarta,15 Desember 2015
Bertempat di Epicentrum XXI ,Jl. H.R.Rasuna Said-Jakarta Selatan,
saya bersama para teman blogger yang tergabung dalam KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) akhirnya mendapatkan kesempatan berharga menyaksikan untuk pertama kali  film Bulan Terbelah Di Langit Amerika (BTDLA) sebelum diputar luas dibioskop 17 Desember 2015 mendatang .
Sutradara Rizal Mantovani , penulis sekaligus produser Hanum Salsabiella Rais serta Rangga Almahendra hadir dalam sukacita menyambut karya terbaru mereka . Tampak cast dan crewnya ikut hadir mulai dari Acha Septriasa , Abimana Aryasatya , Nino Fernandez . Hannah Al Rashid , Rianti Catwright, Hans de Kraker , para pengisi soundtrack Ridho Rhoma , Fazura , Arkana Band , Andini serta para tamu undangan dari kalangan selebriti , pejabat dengan kehadiran Amien Rais ayahanda dari Hanum, Anies Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) , dan tentunya sineas perfilman Indonesia ada sutradara Anggy Umbara sampai Joko Anwar .

Rangga dan Hanum saat memperkenalkan cover film untuk buku BTDLA


Rizal Mantovani - Sutradara BTDLA

BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA : KETIKA BULAN YANG TERPISAH MEMINTA UNTUK DIPERSATUKAN



Directed                    : Rizal Mantovani
Producer                   : Yoen K , Ody Mulya Hidayat
Associate Producer : Hanum Rais , Rangga Almahendra
Cast                            : Acha Septriasa, Abimana Aryasatya , Rianti Catwright , 
                                      Nino Fernandez,Hannah Al Rashid , Hans de Kraker, Hailey Franco

Sebagai pembuka, cerita menyorot pagi di Kota New York 2001..
Berlanjut ke dialog Hanum Rais (Acha Septriasa)
'Ini adalah kisah yang diminta rembulan .. 
Menyatukan belahan bulan yang terpisah , menyerukan bahwa tanpa islam , dunia akan haus kedamaian'

Gertrud (Goergia) memberi tugas Hanum untuk membuat sebuah artikel WOULD THE WORLD BE BETTER WITHOUT ISLAM ? dan terjun langsung ke Amerika untuk mencari narasumber yang merupakan saksi tragedi kemanusiaan 9/11 . Di sisi lain Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya) mendapatkan tugas untuk menemui Phillipus Brown (Hans Kraker) seorang warga negara Amerika yang kaya raya dengan julukan The Power Of  Giving' oleh Prof.Rainhard (Gys) . Takdir membawa keduanya untuk melaksanakan tugas masing-masing tanpa mengetahui apakah semuanya faktor ketidaksengajaan atau takdir punya sebuah rencana didalamnya.

Sesampai di Amerika , Hanum dan Rangga menempati rumah milik Stefan (Nino Fernandez) dan kekasihnya Jasmine (Hannah Al Rashid) di Brooklyn. Tak perlu waktu lama , Hanum langsung mencari narasumber yang dibutuhkannya , Azima Hussein (Rianti Catwright) dan putrinya Sarah Hussein (Hailey Franco) , akan tetapi hanya penolakan yang didapatkannya . Sedangkan Rangga terus mengejar Brown, segala cara dilakukannya bersama Stefan demi menarik perhatian sang milyuner tersebut hingga terangkailah sebuah cerita dimana satu sama lain nantinya saling bertaut, permintaan bulan yang terbelah untuk perlahan minta dipersatukan.

Setelah September yang lalu merelease Where is My Romeo (2015). dipenghujung tahun ini Maxima Pictures mempersembahkan genre drama-religi yang diangkat berdasarkan novel laris karangan Hanum Salsabiella Rais dan Rangga Almahendra bertajuk Bulan Terbelah Di Langit Amerika (BTDLA) , tentunya ini bukan kali pertama pihak rumah produksi berkerjasama dengan Hanum-Rangga karena sebelumnya berhasil meraup jumlah penonton lewat 99 Cahaya Di Langit Amerika (2013). Rizal Mantovani didapuk sebagai sutradara yang untuk proses pengambilan gambar dilakukan di negara Amerika Serikat.
Film ini merupakan pembuktian bahwasanya film Indonesia bisa juga dibuat dengan citarasa Hollywood, bukan hanya menjual kutipan 'AMERIKA' trus bangga dengan lokasi syutingnya yang bila menilik dari segi budget cukup terbilang fantastis ,  akan tetapi ada sebuah pesan perdamaian ingin disampaikan lewat film ini yang sekiranya ingin menyentuh penonton yang tidak hanya di Indonesia , tetapi Dunia.

Dari segi visualisasi dan cinematographynya film ini yang termasuk jempolan karena Rizal yang pernah sukses mengangkat 5cm (2012) dan Supernova (2014) selalu juara mengambil angle terbaik disetiap film-filmnya , dirinya sangat pandai untuk mengambil angle terbaik dari kota New York mulai dari jalanan dikota-kota besarnya , Jembatan Brookyln , sampai Times Square.
Sekilas bila memperhatikan set lokasi yang diambil team produksi bersama Rizal Mantovani sendiri mengingatkan kita dengan film My Name Is Khan (2010), rumah yang ditinggali Stefan difilm ini sama persis dengan Zakir Khan (Jimmy Shergill), adik dari Rizwan Khan (diperankan oleh Shahrukh Khan). Untuk tata kostum pemainnya meski terbilang modern sekali untuk setting tahun 2009, tetap salut dengan penata kostumnya dipercayakan kepada Aldie Harra yang pernah terlibat untuk Hari Ini Pasti Menang (2013) dan Air Terjun Pengantin Phuket (2013).
Dan untuk ceritanya sendiri mungkin BTDLA bisa dibilang berbeda dengan versi bukunya meski sama sekali tidak menghilangkan esensi dari apa yang disampaikan oleh bukunya sendiri, tentunya untuk yang menyukai oleh apa yang ditulis oleh Hanum-Rangga di bukunya sebaiknya untuk menurunkan sedikit ekspektasi atas filmnya karena memang selama ini sebuah adaptasi akan berbeda apabila diangkat kesebuah media yang dinamakan film .
Banyak improvisasi yang dilakukan Rizal ,seperti karakter dari seorang Stefan yang cukup dominan di BTDLA ini serta salah satu scene dimana Hanum terjatuh lalu dibantu oleh Biarawati .

Acha Septriasa ramah menyapa Penggemar
Dari segi acting para pemainnya , Acha Septriasa bisa dibilang tampil prima diantara jajaran cast lainnya , selain menggunakan hijab dirinya tampil total dengan pendalaman karakter Hanum Rais yang menjelma didalam dirinya sepanjang film sukses mengaduk emosi penonton . Chemistrynya masih cukup mempunyai nyawa bersama Abimana Aryasatya meskipun Abi sendiri disini actingnya tidak yang terlalu membutuhkan tantangan , masih sosok Rangga yang gemar ngayomin istri dan menceremahi Stefan. Sedangkan karakter Stefan sendiri yang masih diperankan oleh Nino Fernandez bisa dibilang cukup menjadi 'iceberg' sepanjang film karena joke yang disampaikannya cukup mampu mencairkan suasana. Lalu ada Hanna Al Rashid yang beberapa waktu yang lalu ambil bagian untuk Skakmat (2015) dengan peran germo yang jago melakukan adegan fight , disini dirinya tampil sebagai karakter protagonis yang ceria dan dingin, itupun sukses dimainkan dengan baik oleh Hannah. Film ini juga melibatkan beberapa aktor berwajah luar negeri seperti Hailey Franco, Nur Fazura, Yaron Urbas, Jennifer Lepas , Ray Reynolds, dan Hans de Kraker.

Pemeran Anna Jones dan Ibrahim Hussein

Secara keseluruhan BTDLA adalah film yang wajib dijadikan tontonan bersama keluarga karena sarat akan pesan positif didalamnya , istilah Ketika Bulan Yang Terpisah Meminta Untuk Dipersatukan merupakan kiasan yang jawabannya akan didapat setelah menonton film ini .

Overall - 3/5 


3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Tulisannya bagus, boleh ngasih masukan dikit ya, sebelum koma dan titik jangan di kasih spasi. Hindari paragraf panjang, karena bikin orang males bacanya. Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  3. Betuuul kt kak Hermini, biasakan pake koma dan buru2 akhiri dgn titik Ben. GOOD Job sbg beginner yaaa....lanjuuut

    BalasHapus