BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA
SEBUAH FILM TENTANG ISLAMOPHOBIA , TRAGEDI KEMANUSIAAN,
TANPA TUJUAN MENGGURUI
Kamis, 3 Desember 2015
Saya berkesempatan untuk pertama kalinya mengikuti NGOPI (NGObrol Online Pesona Indonesia) yang diadakan oleh KOPI (Komunitas Online Pesona Indonesia) di Kantor Kabarindo,Gedung Sarinah Lantai 12. Acara yang dihadiri oleh komunitas blogger (anggota KOPI),forum film dan gadgetholic ini berlangsung dengan keakraban satu sama lain serta untuk pembahasan kali ini tentang Bulan Terbelah Di Langit Amerika. Hadir sebagai narasumber Acha Septriasa (Actress, 99 Cahaya Di Langit Eropa) yang banyak membeberkan proses berlangsungnya syuting, kesan-kesan selama syuting ,serta bagaimana cerita dari filmnya bersama Yoen K (Excecutive Produser,Maxima Pictures).
Bulan Terbelah Di Langit Amerika bisa dibilang adalah sequel 99 Cahaya Di Langit Eropa (2013-2014), dimana Hanum Salsabiela (Acha Septriasa) ditugaskan oleh kantor beritanya di Wina, Austria , yakni untuk menyorot muslim di Amerika pasca tragedi kemanusiaan 9/11 dan mengulik artikel "Apakah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam?" . Disaat yang bersamaan Rangga Mahendra (Abimana Aryasatya) juga mendapatkan tugas dari Rainhard untuk memewancarai seorang milyuner demi melengkapi persyaratan S3nya. Maka dimulailah petualangan keduanya dari Eropa ke Amerika, menemui karakter baru seperti penjaga musseum Azima Hussein (Rianti Catwright) yang suaminya tewas saat peristiwa World Trade Centre, Hanum juga tanpa sengaja menerima video anaknya Sarah Hussein (Hailey Franco). Serta ada Stefan (Nino Fernandez) yang membantu Rangga sekaligus menemui kekasihnya Jasmine (Hanna Al Rashid).
Malang tak dapat ditolak,mujur tak dapat diraih keduanya banyak menemui segala halangan bahkan saat adanya demonstrasi besar-besaran peringatan sewindu tragedi kemanusiaan tersebut.
Akankah Hanum dan Rangga berhasil untuk menyelesaikan tugas masing-masing? jawabannya hanya ada di Bulan Terbelah di Langit Amerika.
Bagi Acha Septriasa sendiri tidak ada kesulitan untuknya beradaptasi dengan peralihan sutradara dari Guntur Soeharjanto (99 Cahaya Di Langit Eropa,Tampan Tailor) ke Rizal Mantovani (Supernova,5cm) karena keduanya sama-sama mengarahkan pemain dengan sangat baik terlebih untuk Bulan Terbelah Di Langit Amerika ini Rizal memberikan kebebasan kepada seluruh pemainnya mengexplore peran masing-masing.
Proses syutingnya sendiri memakan waktu hampir 45 hari dengan membawa team hampir 20an , dan semuanya menempati tempat tinggal yang nyaman di Middle Village, New York.
Yoen K menambahkan untuk pengambilan gambarnya sendiri pihak rumah produksi Maxima Pictures jelas mendapatkan izin syuting , bahkan polisi setempat NYPD membantu demi kelancaran proses syuting.
Bulan Terbelah Di Langit Amerika ini juga merupakan film dengan budget termahal sepanjang sejarah Maxima Pictures sendiri berdiri, dimulai dari Cinta Pertama (2006) sampai LDR (2015).
Untuk pendalaman karakternya Acha Septriasa dan Abimana hanya melakukan observasi tentang bagaimana menjadi WNA sekaligus muslim yang tinggal di negara Islamophobia, selebihnya untuk berperan keduanya diberikan kebebasan bagaimana memainkan tokoh Hanum dan Rangga tanpa menjiplak atau memunculkan image tokoh aslinya. Acha Septriasa sendiri menirukan apa yang dikatakan oleh ayahanda Hanum, Bapak Amien Rais (setelah melihat actingnya di 99 Cahaya Di Langit Eropa) " Kamu dan Abi (abimana) , lama-lama mirip sekali dengan anak saya dan Rangga".
Meski trailernya sendiri menekankan bagaimana Islamophobia, tapi film ini nantinya sama sekali tidak akan menyudutkan umat islam . Segala yang ada dinovelnya akan divisualisasikan dengan apa adanya tanpa ada sesuatu yang dilebih-lebihkan bahkan film ini tidak akan yang menggurui .
Film Bulan Terbelah Di Langit Amerika akan release serentak di bioskop tanah air mulai 17 Desember 2015 dan berharap nantinya bisa menjadi film yang memotivasi generasi "kekinian" untuk bisa saling mempererat hubungan antar umat beragama, sesama bahkan antarbangsa.


Salam,
BalasHapusSenang bisa bertemu sesama blogger film. Keep writing dan watching movies...