Minggu, 06 Desember 2015

FAITH AND THE CITY
PERGULATAN ANTARA SEBUAH CITA-CITA DAN RUMAH TANGGA

"I faith in you. And I am sure you also have faith in me. But this city..."

Jakarta,6 Desember 2015
Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra kembali dengan buku kelimanya yang diberi judul Faith and The City (2015) , sebuah buku yang ceritanya terkoneksi bersama buku sebelumnya 99 Cahaya Di Langit Eropa (2013) dan Bulan Terbelah Di Langit Amerika (2014). 


Tak ada yang mengetahui bahwa setelah malam Hero of The Year di Baird Auditorium,Smithsonian,DC, dimana Hanum dan Rangga bisa menghadirkan Azima Hussein bersama milyuner kaya raya Phillipus Brown dihadapan media luas, menggoreskan takdir keduanya untuk tetap tinggal di Amerika.
Tawaran menghampiri Hanum oleh seorang idola sekaligus panutannya,Andy Cooper. Siapa yang bisa menolak sisi kharismatik Cooper dan Hanum luluh untuk mencoba menerima tawaran magang di GNTV, itupun membujuk setengah mati Getrude di Wina serta Rangga suaminya agar mendapatkan izin yang sama oleh dosen Rainhard.
Hanum ditugaskan oleh Cooper mebuat sebuah acara Insights Muslim yang programnya mengulik bagaimana kehidupan seorang muslim bersama keluarganya di negara Adidaya ini, dan Hanum sendiri harus berkerjasama dengan pemuda "setengah matang kepribadiannya" bernama Sam .
Pelan-pelan Hanum mengetahui karakter dari seorang Cooper yang hanya mengincar share dan rating, semua karyawannya yang diperkejakan diperah waktu dan keringatnya demi ambisinya .
Episode kehidupan muslim bernama Iqbal Fareed sama sekali tidak membuatnya puas hingga menginginkan  sesuatu yang lebih dramatis lagi ditambah jumlah penonton yang menyaksikan channel GNTV harus berada diposisi teratas, itu semua tugas Hanum dan Sam bersama teamnya.
Sedangkan Rangga , dirinya seolah merasa sendiri dan luput dari perhatian istri tercinta. Menghabiskan waktunya di musium milik Brown ,sesekali berbincang ringan bersama Layla Brown atau berkeluh kesah dengan Azima. Ranggapun mulai merangkai sebuah tulisan untuk buku selanjutnya , dan cerita Azima tentang seorang bernama Rodrigo yang berkorban demi wanita kesayangannya Isabella adalah inspirasi sekaligus tragis yang dirasakannya sama sekali kondisinya saat ini , diabaikan Hanum.
Rating dari Insights Muslim dengan selipan ide Hanum untuk realty show "My Friend is A Good Muslim?" semakin meroket, pundi-pundi dollarpun mengalir kerekeningnya tanpa henti. Terlebih episode Zakiyah dan anaknya Yahya berhasil membuat jutaan bola mata untuk menyaksikan program yang dipegangnya meskipun harus dengan menjual air mata.
Cooper semakin menggila, dirinya ingin lebih , Hanum diminta menghadirkan kembali Azima dan Brown meski dirinya sendiripun tau kalau kedua tamu yang dikenal seantero Amerika ini menolak dengan telak.
Yang ada dipikiran Hanum hanya bagaimana cita-citanya terwujud dan mendapatkan sertifikat pengakuan di stasiun tv kenamaan Amerika dengan menyebarkan misi kebaikan dengan membawa agamanya Islam, dan melobby Azima dan Brown adalah pencapaiannya., Sedangkan disisi lain rumah tangganya sedang diuji, jarak antara Hanum dan Rangga semakin jauh dan pertengkarannya saat Hanum meninggalkannya distasiun kereta api lebih memilih pesan singkat yang masuk ke handphone ketimbang makan malam yang dipersiapkan suami tercintanya adalah puncak dimana rumah tangga keduanya sedang dipertaruhkan.
Berhasilkah Hanum untuk menyelesaikan tugasnya selama di New York demi cita-citanya ? 
Akankah Rangga akan meninggalkan Hanum ?
Maukah Azima dan Brown untuk didatangkan ke program Insights Muslim?
Semua jawaban itu akan bermuara di Faith and The City.



Buku Faith and The City ini berhasil memainkan emosi pembaca, tentunya bagi yang sudah mengenal gaya penulisan dari Hanum Salsabiela dan Rangga Mahendra akan tetap enjoy menikmati cerita yang ingin disampaikan buku ini dan menyelami isi ceritanya dengan mudah .
Faith and The City masih menyelipkan fiksi dengan pengalaman kedua penulis yang merupakan sepasang suami istri dalam menjelajahi belahan dunia. Banyak sekali kejutan demi kejutan yang disampaikan Faith and The City, bahkan ada satu halaman yang bila dirasakan dengan emosi akan berhasil menderaikan air mata  Buku ini diterbitkan 12 Desember 2015 mendatang bersamaan dengan menyambut film Bulan Terbelah Di Langit Amerika (2015) , tidak menutup kemungkinan Faith and The City ini nantinya akan diangkat kelayar lebar.

4/5 Recomended

Tidak ada komentar:

Posting Komentar